Wilayah Papua Rawan untuk Penerbangan Perintis

Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia menilai wilayah Papua masih berat untuk dilalui penerbangan perintis. Direktur Utama Airnav Novie Riyanto mengatakan kondisi cuaca yang tak menentu serta faktor geografis di wilayah terbang Papua kerap memaksa pilot menggunakan penglihatan manual untuk mendarat.

“Tak mudah melintas (dengan pesawat) di Papua. Tantangannya lebih berat dari wilayah lain,” ujar Novie kepada Tempo, kemarin. Sabtu siang lalu, pesawat angkutan perintis Dimonim Air yang dioperasikan PT Marta Buana Abadi mengalami kecelakaan dalam penerbangan dari Bandara Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, menuju Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Sebelum hilang kontak, pesawat jenis PAC 750 XL yang diawaki dua penerbang dan mengangkut tujuh penumpang ini tercatat terbang di ketinggian 7.000 kaki. Pencarian tim SAR gabungan membuahkan hasil kemarin pagi. Pesawat ditemukan sekitar 4,2 mil atau sekitar 6,8 kilometer di sebelah utara Bandara Oksibil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *