Media Sosial Yang Beradab

Dalam beberapa kesempatan, Presiden Joko Widodo mengungkapkan keprihatinannya atas apa yang terjadi di media sosial. Menurut Presiden, dunia maya kini cenderung menjadi medan saling ejek, saling maki, saling fitnah, dan bahkan saling adu domba, yang sejatinya bukan karakter bangsa ini. Hasilnya adalah masyarakat yang terpolarisasi dan demokrasi yang terkoyak. Sebenarnya gejala polarisasi media sosial ini bukan khas Indonesia.

Kampanye Brexit di Inggris, Agustus 2016, yang memutuskan Inggris keluar dari Uni Eropa, adalah contoh lain. Tapi yang lebih sengit dan terbaru adalah pemilihan Presiden Amerika Serikat antara Donald Trump dan Hillary Clinton, ketika jagat media sosial diwarnai polarisasi yang dipicu oleh kabar bohong, hoax, rumor, atau ujaran kebencian. Pada bulan terakhir menjelang pemungutan suara, ternyata berita palsu lebih banyak tersebar dan dikonsumsi ketimbang berita dari media arus utama (mainstream) di Facebook.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *