Category Archives: Berita

DBS indonesia Kumpulkan 300 bisnis UKM berorientasi Global

Sekarini Seruni, Marketing & Branding Manager, Group Strategic Marketing Communication Bank DBS Indonesia belum lama ini menerima penghargaan Public Relations (PR) of The Year 2017, dengan predikat Best of The Best Creative PR Program 2017 untuk kampanye komunikasi DBS BIG (Bring Indonesia to Global) 2016, yang diselenggarakan pada Agustus 2016. Menggabungkan strategi komunikasi digital, public relations, dan marketing, PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia) mampu menggerakkan lebih dari 300 pelaku UKM di industri kreatif untuk mulai berorientasi ke pasar internasional, dengan merencanakan bisnis melalui model bisnis yang di kompetisikan.

Sebanyak 11 semifinalis telah mengikuti preliminary business discussion dan pelatihan keahlian bisnis dan presentasi dari praktisi bisnis ternama dan pemerintah. Anugerah Public Relations of The Year merupakan penganugerahan tahunan yang telah diselenggarakan selama 10 tahun. Tahun ini, terdapat 130 entries yang dinilai para juri. Para juri terbentuk dalam sebuah tim dan berasal dari kalangan praktisi, akademisi PR, dan media. Para juri menilai sejumlah aspek program, mencakup relevansi program, konsep, eksekusi, hasil dan pemanfaatan digital channel dalam mengamplifikasi pesan.

Wilayah Papua Rawan untuk Penerbangan Perintis

Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia menilai wilayah Papua masih berat untuk dilalui penerbangan perintis. Direktur Utama Airnav Novie Riyanto mengatakan kondisi cuaca yang tak menentu serta faktor geografis di wilayah terbang Papua kerap memaksa pilot menggunakan penglihatan manual untuk mendarat.

“Tak mudah melintas (dengan pesawat) di Papua. Tantangannya lebih berat dari wilayah lain,” ujar Novie kepada Tempo, kemarin. Sabtu siang lalu, pesawat angkutan perintis Dimonim Air yang dioperasikan PT Marta Buana Abadi mengalami kecelakaan dalam penerbangan dari Bandara Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, menuju Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Sebelum hilang kontak, pesawat jenis PAC 750 XL yang diawaki dua penerbang dan mengangkut tujuh penumpang ini tercatat terbang di ketinggian 7.000 kaki. Pencarian tim SAR gabungan membuahkan hasil kemarin pagi. Pesawat ditemukan sekitar 4,2 mil atau sekitar 6,8 kilometer di sebelah utara Bandara Oksibil.

Worth it To Get!

Ban memiliki pengaruh besar pada mobil. Hankook Kinergy EX menjadi jawaban untuk memenuhi semua kebutuhan yang ada pada sebuah kendaraan dan pengendara. Ban adalah komponen utama pada sebuah kendaraan yang berhubungan langsung dengan jalan. Sehingga ban memiliki peran yang sangat penting untuk menunjang unsur kenyamanan dan keselamatan.

Hankook menawarkan sebuah ban yang memiliki kesempurnaan kualitas, daya tahan dan tampilan yang menarik untuk masyarakat Indonesia. Hankook Kinergy EX adalah nama yang tertera pada ban tersebut. Hadir dengan konstruksi ban yang sangat kokoh, Kinergy EX diklaim memiliki durability yang lebih panjang tentunya. Keunggulan yang pertama ialah kesenyapan. Kinergy EX didesain dengan bahu telapak (pattern) yang lebar.

HP Terbaik yang bisa di Beli di Kota Bunga Bagian 2

HP Terbaik yang bisa di Beli di Kota Bunga Bagian 2 – Galaxy Grand Prime di-default 2 jendela Home, dan bisa bertambah sampai maksimal 5 jendela. Keduanya dukung dual SIM. OneTouch Flash maupun Galaxy Grand Prime menggunakan microSIM pada kedua slotnya. OneTouch Flash menambahkan opsi Always ask untuk Voice call dan Messaging, Off untuk Data connection, serta langsung pilih salah satu untuk Video call. Di pihak lain, Galaxy Grand Prime menambahkan Current network dan Ask always di Voice call dan Video Call, serta Turn off mobile data di Data service network. Satu lagi, ada pengaturan Dual SIM always on. Maksimal dukung 3G, baik OneTouch Flash maupun Galaxy Grand Prime bisa pakai kedua SIM untuk koneksi data. Dan hanya salah satu yang aktif pada satu waktu. Pengaturan internet otomatis dikenali oleh sistem. Meski dual SIM, keduanya sama-sama menampakkan hanya satu tombol Call di Phone dan satu tombol Send di Messaging. Pilihan operator baru muncul setelah menekan tombol tadi. Keduanya pun punya opsi Video call di Phone. Galaxy Grand Prime langsung menaruhnya di keypad, OneTouch Flash menyembunyikannya dalam menu. Multimedia Sama-sama di belakang bodi, OneTouch Flash menaruh speakernya di sisi bawah, Galaxy Grand Prime meletakkannya di dekat kamera. Terlepas dari suara teredam bila handset telentang, sebetulnya keduanya sama-sama menyemburkan suara nyaring. Posisi speaker Galaxy Grand Prime relatif bebas hambatan ketika handset digenggam.

Dijajal pada volume tertinggi, warna nada dan kejernihan semburan suara keduanya relatif terjaga. Mengintip ke dalam pengaturan Play Music, keduanya sama-sama punya equalizer dengan 12 opsi (termasuk Normal dan User). Bedanya, Galaxy Grand Prime menambahkan Bass boost dan Surround sound; OneTouch Flash menambahkan Bass boost, 3D eff ect, dan 7opsi Preset reverb. Secara default, OneTouch Flash membekal Music, selain Play Music. Sementara Galaxy Grand Prime hanya Play Music. Equalizer bisa diakses dari Play Music; maupun Music di OneTouch Flash. Sama-sama punya Radio, dan sama-sama mengharuskan earset tercolok agar bisa dipakai. Kamera Secara spesifi kasi, kamera 13MP + 5MP milik OneTouch Flash lebih menarik dibanding kamera 8MP + 5MP milik Galaxy Grand Prime. Membandingkan hasil foto dari kamera utamanya, noise di OneTouch Flash memang relatif lebih sedikit. Pun ketika dijajal di kondisi minim cahaya, besutan OneTouch Flash relatif lebih bersih.

Pada dasarnya, keduanya mampu menghasilkan foto dan video yang oke kualitasnya. Tapi soal pengaturan dan fi tur kamera, OneTouch Flash lebih minim meski keduanya tergolong minimalis. Meski minim, OneTouch Flash sudah memasukkan Filter, Night, Sports, selain Panorama dan HDR. Malah ada fi tur QR Scan. Selain itu, kami juga dapati Face detection, Timer, dan ISO diantara pengaturannya. Pengaturan videonya sudah masukkan Sound recording dan EIS. Galaxy Grand Prime mewarisi sejumlah fi tur dan pengaturan khas di seri Galaxy. Yang kami maksud adalah moda Animated GIF, Night, HDR, Continuous shot, Rear-cam selfi e, Panorama, Beauty face, dan Auto. Lainnya tentu saja ada Timer, efek, sampai ISO. Pengaturan videonya biasa saja. OneTouch Flash dan Galaxy Grand Prime punya editor foto yang kaya. Tapi sama-sama pula tak punya editor video. Foto maupun video mudah di-share ke media sosial atau disimpan ke storage online-nya Daya Saing Brand Alcatel sebetulnya termasuk veteran yang produknya dikenal handal. Namun sejak gonjang-ganjing di korporasi globalnya, ditambah distributor resminya senyap, nasib Alcatel jadi tak jelas. Beberapa tahun belakangan Alcatel memang berusaha come back. Namun tampaknya belum benar-benar cespleng. Salah satu upaya terkininya ya lewat OneTouch Flash yang dijual perdana lewat Lazada Indonesia itu. Spesifi kasi sudah bagus, tapi tetap saja harus menghadapi produk dengan spesifi kasi maupun harga sekelas yang sudah berjubel. Di luar kedua seri ini, ada Asus Zenfone 5, V-Gen R2 Embassy, Advan Vandroid S5G, Himax Pure 3, LG L Bello, Polytron Wizard Quadra V, sampai yang lawas semacam Lenovo S920, atau Oppo Find Clover meramaikan rentang harga 2,5 jutaan.

HP Terbaik yang bisa di Beli di Kota Bunga

HP Terbaik yang bisa di Beli di Kota BungaB eredar perdana dalam rentang waktu berdekatan, saat artikel ini ditulis OneTouch Flash sudah kembali ke harga normalnya, sementara Galaxy Grand Prime sedang diskon. Di rentang harga 2.5 jutaan, mana yang menarik untuk dibeli? Desain Bagi yang mengincar layar besar, 5.5 inch milik OneTouch Flash pasti lebih disukai. Namun yang ingin dimensi dan bobot yang lebih enak ditenteng, bisa jadi lebih suka Galaxy Grand Prime. Kami sendiri menganggap perbedaan dimensi, bobot, dan ukuran layar keduanya tak begitu signifi kan. OneTouch unibodi, sementara Galaxy Grand Prime tidak. Meski begitu, penampakan keduanya mirip, dengan siku membulat dan warna solid. Galaxy Grand Prime menambahkan lis perak mengelilingi sisi bodinya. Oya, sejauh ini OneTouch Flash yang beredar di sini warnanya putih. Sementara Galaxy Grand Prime punya warna kelabu (grey) selain warna putih. Permukaan casing putih Galaxy Grand Prime tampak mengilat seperti mutiara. Sementara casing putih OneTouch Flash agak glossy, dengan motif mirip titik halus. Kami tak menemukan catatan mengenai bahan atau fi tur ekstra untuk layar sentuh keduanya. Layar sentuh keduanya responsif, dan dukung lima titik sentuh. Warna yang ditampilkan layar cukup alami. Sama-sama ada pengaturan otomatis untuk brightness.

Dan sama-sama tak silau diterpa terik matahari. Galaxy Grand Prime memasang satu tombol diantara panel sentuh; dan disetel sebagai Recent, Home, dan Back. OneTouch Flash hanya mengandalkan panel sentuh, dan disetel sebagai Menu, Home, dan Back. Kinerja Hasil benchmark tampak saling bersaing memberikan angka tinggi untuk masing-masing seri. Storage keduanya sama-sama 8 GB. Keduanya juga sama-sama dilengkapi slot microSD; Galaxy Grand Prime dukung 64 GB, OneTouch Flash hanya dukung 32 GB. Baterai OneTouch Flash yang 3200 mAh signifi kan besarnya dibanding 2600 mAh milik Galaxy Grand Prime. Tapi menilik beban kerjanya, cukup wajar OneTouch Flash dilengkapi kapasitas sebesar itu.

Di sisi lain, Galaxy Grand Prime punya Ultra power saving mode; OneTouch Flash punya Battery management. Dan tak begitu mengherankan ketika daya tahan baterai keduanya sama-sama di rataan 8 jam. OneTouch Flash memasukkan banyak aplikasi pihak ketiga, seperti Adobe Reader, AVG AntiVirus Pro, Barcode Scanner, BoomBand Life, Clean Master, Cloud Backup, Compass, Currency Converter, Deezer, Dropbox, Evernote, Facebook, Flipboard, LinkedIn, Notes, Offi ceSuite, PicSay, Shazam, Skype, Twitter, Viber, WhatsApp, sampai zApp. Dari Alcatel sendiri ada SmartLive, dan SmartSuite. Sementara di deretan menu Galaxy Grand Prime tampak S Planner, Memo, Galaxy Apps, dan S Lime yang khas Samsung, serta Line dari pihak ketiga. Belum diketahui apakah OneTouch Flash maupun Galaxy Grand Prime akan masuk daftar seri yang bisa di-upgrade ke Lollipop. Yang jelas, keduanya tak menampakkan UI khusus. OneTouch Flash men-default 5 jendela Home, dan sepertinya ini jumlah maksimal.

Pentingya Ponsel Satelit Saat Touring Bagian 2

Pentingya Ponsel Satelit Saat Touring Bagian 2 – Saat ini, toko CnC punya stok ponsel Thuraya XT seharga Rp13,5 juta, kondisi baru. Kalau harga bekasnya Rp11 juta kondisi bagus dan siap pakai. Barang yang dipajang di etalase hanya contoh, karena memang disediakan untuk dicoba-coba oleh calon pembeli. “Kalau jadi beli, yang baru masih ada di kardus’” tutur Iin. Yang menarik, ternyata iPhone bisa dipakai sebagai ponsel satelit dengan perangkat khusus Thuraya Docking. Berbentuk seperti baterai gendong yang besar plus antena satelit, iPhone 5/5S/5C langsung bisa dipakai sebagai telepon satelit. “Nomornya sudah tersimpan di docking tersebut, harganya Rp11 juta sudah termasuk nomor,” lanjutnya. Mengingat pentingnya kebutuhan komunikasi di saat darurat yang bisa dihubungi di belahan mana pun di bumi, maka harap maklum akan mahalnya biaya telepon. Bayangkan, pulsa telepon operator Thuraya selama 50 menit adalah Rp750 ribu, sedangkan operator Inmarsat mematok tarif Rp1,5 juta untuk percakapan selama 100 menit. Menurut Iin, mereka biasa mengirimkan pulsa telepon satelit elektrik di mana pun pengguna berada.

“Pembeli tinggal telepon mau diisi pulsa berapa, transfer bank, lalu kita isikan secara elektrik,” papar Iin lebih jauh. Mengingat luasnya jangkauan pengguna telepon satelit, semua pulsa telepon satelit memang hanya tersedia secara elektrik. Banyak operator satelit yang bisa mereka sediakan pulsanya, seperti Byru, Aces, Inmarsat dan Thuraya. Beberapa saat lalu, pihak KNKT juga mengisi pulsa dan membeli baterai cadangan di toko ini. Menurut Ojan, penjaga toko, orang KNKT ini mengisi pulsa dan mengganti baterai senilai Rp3 juta. “Kalau ponsel satelit mah memang boros banget baterainya. Bisa perlu 5-6 baterai. Apalagi di tengah laut gitu kan sulit mau mengisi ulang baterai,” tutur Ojan. Bicara servis ponsel satelit, tentu saja tak semudah ponsel biasa. Tapi pihak toko bersedia membantu menghubungkan ke tempat servis bisa melayani plus memberikan informasi spare part yang ada.

Pentingya Ponsel Satelit Saat Touring ke Kota Bunga

Pentingya Ponsel Satelit Saat Touring ke Kota BungaBulan lalu, kita disibukkan oleh kabar duka nasional, jatuhnya pesawat AirAsia. Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus berlangsung. Di tengah laut luas, bagaimana para kru berkomunikasi? Di tengah laut, tentu saja tak ada sinyal telepon seluler. Bahkan, jangankan di tengah laut, agak ke pinggiran kota sedikit atau di tengah kota yang padat, sinyal seluler sudah menghilang. Maka diperlukan keberadaan telekomunikasi satelit. Ponselnya juga khusus, hanya bisa menerima sinyal satelit.

Ada beberapa operator telepon satelit di Indonesia, seperti Byru, Aces, dan juga operator asal luar negeri seperti Inmarsat dan Thuraya. SINYAL sempat menemui pemilik toko CnC, toko ponsel satelit satusatunya di antara ribuan toko di ITC Roxy Mas. Berlokasi di lantai dasar no 99A , toko CnC Phone Shop ini merupakan pemain lama. Sudah 10 tahun mereka melayani penjualan ponsel satelit dan segala kebutuhannya seperti baterai, sparepart, hingga pulsa operator satelit. Mereka berjualan secara dari mulut ke mulut, termasuk juga di forum besar seperti Kaskus. “Ramai juga yang nyari karena kita khusus ya jualannya,” ujar Iin penjaga toko. Ada beberapa tipe yang menjadi stok mereka, seperti Aces, Thuraya dan termasuk juga ponsel lama seperti Ericcson. “Banyak juga sih yang cari ponsel untuk operator satelir Byru karena sudah lama beroperasi di Indonesia, tapi yang paling banyak sih tetap operator Thuraya. Sinyal satelit Thuraya lebih bagus mencakup seluruh dunia, sedangkan Byru hanya menjangkau Asia Pasifik saja,” lanjut Iin.

Yang Tekor Setelah Teror Bag4

”Itu karena anggaran kami dipangkas sekitar Rp 20 miliar.” Semendawai berharap LPSK bisa kembali memberikan pelayanan kepada korban bom tahun depan. Di samping keterbatasan dana, menurut Semendawai, penanganan korban bom terhambat sejumlah aturan. LPSK baru mendapatkan mandat membantu korban bom dua tahun lalu, setelah undang-undang tentang lembaga itu direvisi. Karena belum ada aturan detail, LPSK merujuk pada ketentuan penanganan korban pelanggaran berat hak asasi manusia dalam Peraturan Pemerintah tentang Pemberian Kompensasi, Restitusi, dan Bantuan kepada Saksi dan Korban. Untuk memperoleh bantuan LPSK, korban harus mengantongi surat keterangan sebagai ”korban bom” dari polisi.

Korban juga harus menunjukkan hasil pemeriksaan dokter. Nah, sejumlah korban kesulitan mendapatkan layanan kesehatan karena polisi tak mudah mengeluarkan surat keterangan itu. ”Bukti rekam medis di rumah sakit juga susah dicari kalau kejadiannya sudah lama,” ujar Semendawai. Bila bantuan kesehatan saja sulit diakses, kompensasi untuk korban lebih susah lagi diperoleh. Undang-undang mensyaratkan kompensasi diberikan setelah pengadilan memutus pelaku bersalah. Putusan itu pun harus mencantumkan pembayaran ganti rugi atau kompensasi untuk korban. Menurut Semendawai, LPSK sudah berkali-kali meminta jaksa memasukkan poin kompensasi ke tuntutan.

Namun jaksa umum enggan memasukkan kompensasi ke tuntutan karena hukum acaranya belum jelas. Bersama perwakilan korban, LPSK sudah menyampaikan masukan kepada Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Anti-Terorisme di Dewan Perwakilan Rakyat. Korban dan LPSK meminta mekanisme pemberian bantuan serta kompensasi untuk korban teror dipermudah. Pansus RUU Anti-Terorisme DPR menyerahkan daftar inventaris masalah kepada pemerintah dalam rapat pada 14 Desember lalu. ”Penanganan terhadap korban menjadi salah satu fokus utama revisi ini,” kata Ketua Pansus RUU Terorisme Muhammad Syafi. Berdasarkan informasi yang diterima Syafi, ada sekitar 1.000 korban bom yang ”tak merasakan kehadiran negara”.

Anggota Pansus RUU Anti-Terorisme DPR lainnya, Asrul Sani, mengatakan DPR dan pemerintah akan membahas rancangan ini secara maraton setelah masa sidang DPR dimulai lagi pada pekan kedua Januari 2017. ”Pembahasannya ditargetkan selesai pada pertengahan tahun,” ucap anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan ini, Selasa pekan lalu. Salah satu usul PPP untuk menunjukkan kepedulian kepada korban bom adalah dengan memasukkan klausul tentang adanya dana tanggap darurat terorisme. Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan pemerintah sedang mengkaji penambahan pasal santunan untuk korban dalam RUU Terorisme. ”Itu menunjukkan bahwa negara punya perhatian terhadap korban,” ujar Wiranto.

Media Sosial Yang Beradab Bagian 2

Internet dan media sosial memang telah menjadi sarana emansipatoris yang mampu menyalurkan suara orang-orang yang sebelumnya tertindas atau terpinggirkan. Ini karena mereka bisa menyiasati pengaruh pemerintah dan media arus utama. Hasilnya adalah sebuah ruang publik yang lebih beragam tempat pasar gagasan (market of ideas) menjadi sehat.

Masyarakat pun bisa memilih gagasan yang menurut mereka paling bisa diterima setelah menelisik sebanyak mungkin ide yang dijajakan pada ruang publik itu. Mengapa yang terjadi justru sebaliknya, ketika media sosial menjadi biang polarisasi atau fragmentasi masyarakat? Penyebabnya bisa kita lihat pada dua sisi: sifat manusiawi dan sifat media sosial saat ini.

Media Sosial Yang Beradab

Dalam beberapa kesempatan, Presiden Joko Widodo mengungkapkan keprihatinannya atas apa yang terjadi di media sosial. Menurut Presiden, dunia maya kini cenderung menjadi medan saling ejek, saling maki, saling fitnah, dan bahkan saling adu domba, yang sejatinya bukan karakter bangsa ini. Hasilnya adalah masyarakat yang terpolarisasi dan demokrasi yang terkoyak. Sebenarnya gejala polarisasi media sosial ini bukan khas Indonesia.

Kampanye Brexit di Inggris, Agustus 2016, yang memutuskan Inggris keluar dari Uni Eropa, adalah contoh lain. Tapi yang lebih sengit dan terbaru adalah pemilihan Presiden Amerika Serikat antara Donald Trump dan Hillary Clinton, ketika jagat media sosial diwarnai polarisasi yang dipicu oleh kabar bohong, hoax, rumor, atau ujaran kebencian. Pada bulan terakhir menjelang pemungutan suara, ternyata berita palsu lebih banyak tersebar dan dikonsumsi ketimbang berita dari media arus utama (mainstream) di Facebook.