Monthly Archives: February 2021

Investigasi KNKT Libatkan Ahli Bidang Jalan dan ATPM

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih mendalami penyebab dua kecelakaan bus yang terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjelang akhir pekan lalu. Investigator KNKT, Jalaludin Pasha, mengatakan penyelidik masih memeriksa bus serta lokasi kejadian perkara. “Sekarang sedang pengumpulan informasi,” kata Jalaludin kepada Tempo, kemarin. Bus yang ditumpangi karyawan anak usaha Honda, PT Catur Putra Group, itu terperosok ke jurang di sisi jalan kawasan Desa Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada 8 September lalu.

Kecelakaan hanya berselang sehari setelah musibah dialami bus sewaan Lembaga Ketahanan Nasional di Tanjakan Cisarakan, Kabupaten Sukabumi. Kementerian Perhubungan sempat mengeluarkan hipotesis awal perihal kecelakaan bus di Cikidang. Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, kecelakaan ditengarai disebabkan oleh kecerobohan pengemudi yang kurang menguasai jalur di lokasi kejadian. “Apalagi kondisi jalan yang berupa tikungan tajam ke kiri dikombinasikan dengan turunan,” ujar Budi.

Risoles Daun Kelor ala Cafe Instagramable di Jakarta

Risoles Daun Kelor ala Cafe Instagramable di Jakarta

Aroma & rasa unik daun kelor Ada yang berbeda dari risoles buatan Tyafitha. Ya, risoles buatannya menggunakan campuran daun kelor. Selain menjadikan cita rasanya lebih unik, daun kelor juga mengandung 3 kali potasium lebih banyak dibandingkan pisang, 4 kali vitamin A dibandingkan wortel, dan 25 kali zat besi dibandingkan bayam. “Idenya muncul karena di rumah tumbuh pohon kelor yang super subur. Bosan juga kalau daun kelor hanya diolah jadi sayur saja. Awalnya, saya coba campurkan daun kelor ke adonan cheese stick.

Sayang, penggemarnya enggak banyak. Akhirnya daun kelor saya campurkan ke adonan bolu lalu kulit risoles,” ungkap wanita yang kerap disapa Tya. Semula Tya agak kesulitan membuat kulit risoles berbahan daun kelor, hingga ia menemukan resep yang mudah diaplikasikan seusai diuji coba beberapa kali. Untuk mendapatkan aroma dan warna hijau khas daun kelor, Tya memblender daun kelor lalu dicampurkan ke dalam adonan kulit risoles. Hasilnya, tak hanya kulit risolesnya saja yang berwarna hijau, aromanya pun tercium lebih khas dibandingkan risoles pada umumnya. Bahan isinya, Tya tetap menggunakan irisan sayuran, seperti wortel, kentang, dan daging ayam cincang. Untuk menambah tekstur renyah, Tya menaburkan panir kasar pada kulit risolesnya.

Di awal memasarkan risoles daun kelor, Tya mengaku, pesanan hanya datang dari beberapa teman atau tetangga saja. Namun sekarang, ia sudah mulai kebanjiran pesanan risoles daun kelor “Makin ke sini, pesanan memang makin ramai. Mereka pesan biasanya untuk acara kantor, arisan, dan lainnya,” jelas Tya. Risoles daun kelor dibanderol seharga Rp 25 ribu per boks, isi 5 buah risoles. Tya juga menyediakan risoles daun kelor frozen. “Jadi tinggal digoreng saja saat akan disajikan. Lebih memudahkan untuk konsumen,” pungkas Tya.

Tak hanya disajikan di acara-acara tertentu saja, risoles juga kerap jadi camilan yang hadir di tengah acara kumpul keluarga sehari-hari. Penggemarnya pun sangat beragam, dari anak-anak hingga orang tua. Nah, kini risoles tampil semakin kreatif dengan bahan isi yang inovatif. Cita rasanya, bikin penasaran.